Moderasi beragama adalah sikap beragama yang
seimbang, adil, dan toleran dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap pemeluk agama
menjalankan keyakinannya dengan sungguh-sungguh, sekaligus menghormati
perbedaan keyakinan orang lain.
Penerapan moderasi
beragama bertujuan menjaga kerukunan, mencegah sikap ekstrem, serta memperkuat
persatuan dan keharmonisan sosial. Dengan mengedepankan dialog, saling
menghargai, dan nilai-nilai kebersamaan, moderasi beragama menjadi fondasi
penting bagi terciptanya kehidupan bermasyarakat yang damai dan berkeadaban.
Beberapa prinsip utama moderasi beragama meliputi:
1.
Keseimbangan (Tawazun)
Bersikap proporsional dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama.
2.
Keadilan (I’tidal)
Bersikap adil, tidak memihak secara berlebihan, serta menghormati hak orang
lain.
3.
Toleransi (Tasamuh)
Menghargai perbedaan keyakinan dan praktik keagamaan dalam kehidupan sosial.
4.
Musyawarah dan Dialog
Mengedepankan komunikasi yang santun dalam menyelesaikan perbedaan pandangan.
Moderasi beragama berkontribusi besar dalam
menciptakan suasana damai di tengah masyarakat majemuk. Sikap moderat mendorong
terwujudnya kerja sama lintas kelompok, menguatkan persaudaraan, serta
meminimalkan potensi konflik sosial yang berlatar belakang perbedaan keyakinan.
Moderasi beragama merupakan pondasi penting dalam
membangun kehidupan beragama yang rukun dan harmonis. Dengan mengedepankan
sikap seimbang, toleran, dan saling menghormati, diharapkan tercipta masyarakat
yang damai, berkeadaban, serta kokoh dalam persatuan.
Penulis: Teguh Radika



Posting Komentar