Kantor Urusan Agama Kecamatan Rembang
Kantor Urusan Agama Kecamatan Rembang
Image 1
Image 2
Image 3
Image 4
Image 5

Mewujudkan Keluarga Sakinah sebagai Tujuan Pernikahan

Pernikahan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki dan perempuan yang bertujuan membentuk keluarga yang bahagia dan berkelanjutan. Dalam perspektif ajaran Islam, tujuan utama pernikahan adalah terwujudnya keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Konsep ini menjadi landasan penting dalam pembinaan keluarga, khususnya dalam program edukasi pernikahan dan bimbingan perkawinan.

Pengertian Keluarga Sakinah

Keluarga sakinah adalah keluarga yang dilandasi ketenangan, kedamaian, dan keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga. Ketenangan tersebut tumbuh dari hubungan suami istri yang saling menghormati, saling memahami, serta berlandaskan nilai-nilai agama dan moral.
Sementara itu, mawaddah berarti cinta yang tulus, dan rahmah bermakna kasih sayang yang melahirkan kepedulian serta empati antaranggota keluarga.

Urgensi Keluarga Sakinah dalam Kehidupan Berumah Tangga

Mewujudkan keluarga sakinah memiliki peran strategis dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. Keluarga yang harmonis akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan fisik, mental, dan spiritual anak.
Selain itu, keluarga sakinah menjadi fondasi terbentuknya masyarakat yang sejahtera, berakhlak, dan berkarakter. Oleh karena itu, edukasi pernikahan perlu menekankan pentingnya kesiapan calon pengantin, baik secara mental, spiritual, maupun sosial.

Prinsip-Prinsip Membangun Keluarga Sakinah

  1. Komitmen dan Tanggung Jawab
    Pernikahan menuntut komitmen jangka panjang. Suami dan istri memiliki tanggung jawab masing-masing yang dijalankan secara seimbang dan saling melengkapi.
  2. Komunikasi yang Efektif
    Komunikasi yang terbuka, santun, dan saling menghargai menjadi kunci utama dalam mencegah konflik berkepanjangan.
  3. Saling Menghormati dan Menghargai
    Perbedaan pendapat adalah hal wajar. Setiap pasangan perlu menghargai pandangan dan perasaan pasangannya.
  4. Penguatan Nilai-Nilai Keagamaan
    Kehidupan berkeluarga yang berlandaskan nilai keagamaan akan memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan.
  5. Kerja Sama dalam Mengelola Rumah Tangga
    Pengelolaan ekonomi keluarga, pengasuhan anak, serta pembagian peran dilakukan secara adil dan proporsional sesuai kesepakatan bersama.

Tantangan dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah

Dalam praktiknya, keluarga menghadapi berbagai tantangan, antara lain perbedaan latar belakang, tekanan ekonomi, pengaruh lingkungan sosial, serta perubahan dinamika kehidupan. Tantangan tersebut perlu dihadapi dengan kedewasaan, dialog yang konstruktif, serta kesiapan untuk saling belajar dan memperbaiki diri.

Pentingnya Edukasi Pernikahan

Edukasi pernikahan memiliki peran penting dalam membekali calon pengantin dan pasangan suami istri dengan pengetahuan serta keterampilan berumah tangga, seperti:

  • Pemahaman hak dan kewajiban suami istri
  • Keterampilan komunikasi dalam keluarga
  • Pengelolaan konflik secara sehat
  • Perencanaan kehidupan keluarga, termasuk ekonomi dan pengasuhan anak

Melalui edukasi pernikahan, diharapkan pasangan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk membangun keluarga yang harmonis dan berkelanjutan.

Mewujudkan keluarga sakinah bukanlah proses instan, melainkan perjalanan panjang yang memerlukan komitmen, kesabaran, serta kerja sama antara suami dan istri. Dengan berlandaskan nilai-nilai agama, komunikasi yang baik, serta kesiapan mental dan sosial, pernikahan dapat menjadi sarana untuk membangun keluarga yang harmonis dan berkontribusi positif bagi masyarakat.


Penulis: Teguh Radika

 

Posting Komentar